Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan Dasar

PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN DASAR
Perkembangan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat pesat dan berpengaruh sangat signifikan terhadap pribadi maupun komunitas, segala aktivitas, kehidupan, cara kerja, metode belajar, gaya hidup maupun cara berpikir. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK harus diperkenalkan kepada siswa agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari, bahkan bisa juga dikembangkan menjadi kegiatan wira usaha.
Perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Terdapat beberapa masalah dan kendala yang masih dirasakan oleh masyarakat khususnya tenaga pendidik dan profesional pendidikan untuk memanfaatkan TIK di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal. Permasalahan tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.
Dalam praktek di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, TIK meliputi komputer, laptop, network komputer, printer, scanner, video/DVD player, kamera digital, tape/CD, interactive whiteboards/smartboard. Dengan demikian, perlu ditegaskan bahwa peran TIK adalah sebagai enabler atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan dan pembelajaran.
Sebenarnya TIK memiliki potensi yang besar untuk dapat dimanfaatkan khususnya di bidang pendidikan. UNESCO telah mengidentifikasi 4 (empat) tahap dalam sistem pendidikan yang mengadopsi TIK, yaitu :
1) Tahap emerging; yaitu perguruan tinggi/sekolah berada pada tahap awal. Pendidik dan tenaga kependidikan mulai menyadari, memilih/membeli, atau menerima donasi untuk pengadaan sarana dan prasarana (supporting work performance)
2) Tahap applying; yaitu perguruan tinggi/sekolah memiliki pemahaman baru akan kontribusi TIK. Pendidik dan tenaga kependidikanu menggunakan TIK dalam manajemen sekolah dan kurikulum (enhancing traditional teaching)
3) Tahap infusing; yaitu melibatkan kurikulum dengan mengintegrasikan TIK. Perguruan tinggi/sekolah mengembangkan teknologi berbasis komputer dalam lab, kelas, dan administrasi. Pendidik dan tenaga kependidikan mengekplorasi melalui pemahaman baru, dimana TIK mengubah produktivitas professional (facilitating learning).
4) Tahap Transforming; yaitu perguruan tinggi/sekolah telah memanfatkan TIK dalam seluruh organisasi. Pendidik dan tenaga kependidikan menciptakan lingkungan belajar yang integratif dan kreatif (creating innovative learning environment) melalui TIK.
Pembelajaran berbasis TIK atau e-Learning adalah sumber pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti Internet, Intranet, CDROM, video tape, DVD, TV, Handphone, dan PDA. Dalam pembelajaran berbasis TIK terdapat perbedaan komunikasi antara pembelajaran langsung (syncronous) dan tidak langsung (ansyncronous), dengan sebuah terminologi untuk mendeskripsikan bagaimana dan kapan pembelajaran berlangsung.
Keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum 2004 dan sekarang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan kualitas administrasi sekolah.
Adanya manajemen berbasis sekolah (MBS) memungkinkan setiap sekolah untuk mengembangkan dan mengaplikasikan TIK yang disesuaikan dengan tuntuntan zaman dan kemampuan/daya dukung sekolah yang bersangkutan. Munculnya berbagai hardware dan software-software baru sekarang ini sangat membantu guru dalam menyampaikan bahan ajarnya.
Dengan melihat isi dari kurikulum, kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang, seorang guru harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di Sekolah.
Dalam menelisik masalah pengintegrasian atau penyatuan TIK (teknologi, informasi dan komunikasi) di sekolah dasar kita harus melihat beberapa peran yang dijalankan oleh pihak-pihak yang berkompeten di sekolah. Pertama peran sekolah sebagai institusi yang melahirkan kebijakan, kedua guru kelas sebagai aktor utama di lapangan dan yang terakhir guru komputer sebagai orang yang mengajar mata pelajaran TIK.
Sekolah sebagai institusi sekolah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda dalam proses pembelanjaan anggaran di setiap tahunnya. Banyak sekolah yang masih berpikir bahwa fasilitas yang terpenting dikembangkan hanya fasilitas fisik saja. Padahal jika sedikit demi sedikit anggaran dipergunakan untuk pembelanjaan infrastruktur TIK maka sebuah sekolah akan mempunyai arah yang jelas dalam pengembangan TIK. Terbukti banyak sekolah sudah mulai menampilkan fasilitas TIK sebagai nilai jual, terutama bagi sekolah swasta.
Guru kelas sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan siswa mempunyai peran penting dalam pengintegrasian TIK. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung atau role model bagi pengunaan perangkat TIK di sekolah. Banyak sekolah yang sudah memulai untuk melengkapi ruang kelas dengan satu computer . Dengan memaksimal kan peran satu komputer di kelas, siswa akan merasakan manfaat yaitu bertambahnya sumber belajar.
Berikut ini contoh integrasi yang bisa guru kelas lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan guru TIK di lab computer maupun dengan computer yang ada dikelas, kegiatannya antara lain;
a. Membuat diagram
b. Membuat rentang waktu (time line)
c. Membuat grafik
d. Membuat sajak atau naskah
e. Membuat karya video
f. Memproduksi rekaman suara seperti orang sedang melakukan siaran radio atau pendongeng
g. Membuat karya puisi, cerita atau naskah pementasan
h. Merancang booklet
i. Merancang brosur atau atribut pelengkap kampanye lingkungan hidup misalnya.
j. Membuat peta pikiran
k. Membuat lukisan dengan computer
l. Membuat komik
m. Membat denah ruangan
n. Memutar CD Rom
o. Mencari informasi di internet
Di dalam proses belajar-mengajar tentunya ada subjek dan objek yang berperan secara aktif, dinamik dan interaktif di dalam ruang belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru dan siswa sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar dan proses transfer of knowledge–nya berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh karena itu penataan peran Guru dan siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya. Kini di era pendidikan berbasis TIK, peran Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor (penasehat), pelatih, pengarah dan teman belajar bagi siswa. Pengadaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran bisa saja berasal dari sekolah itu sendiri atau dari pihak lain. Pada dasarnya tidak menjadi masalah dari manapun asalnya media TIK yang sampai di sekolah. Yang justru lebih penting lagi adalah bagaimana cara menggunakan agar media TIK yang telah tersedia di sekolah dapat dioptimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan pembelajaran peserta didik. Beberapa contoh media TIK yang mulai banyak tersedia di pasaran adalah CD/kaset audio, VCD, komputer, dan internet.
Sehubungan dengan semakin banyaknya ketersediaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran baik di pasaran maupun disekolah yang diadakan sekolah sendiri maupun yang diterima sekolah dari berbagai pihak, sebelum memanfaatkannya di dalam kelas guru harus dapat menggunakan terlebih dahulu. Berikut ini ada beberapa panduan yang perlu diperhatikan oleh guru :
1). Mempelajari media TIK.
Dengan kemajuan TIK dewasa ini, para guru dapat mencatat daftar media yang memang dapat untuk menyajikan materi pelajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan dibahas di dalam kelas.
2). Merencanakan waktu pemanfaatan media TIK.
Pemanfaatan media TIK disesuaikan dengan materi pelajaran yang disajikan. Pesrta didik dapat menggunakan sesuai dengan petunjuk dan pedoman selama memanfaatkan media pelajaran..
3). Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada peserta didik.
Perlunya mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada peserta didik adalah agar peserta didik dapat mempersiapkan :
a. dirinya untuk mempelajari materi pelajaran yang akan disajikan melalui media TIK;
b. fasilitas yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran melalui media TIK.
Disamping itu guru juga harus lebih :
a. mempersiapkan dirinya mengenai materi pelajaran yang akan dibahas;
b. mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan (dalam kondisi baik) agar tidak terjadi hambatan sewaktu pemanfaatan media TIK dilaksanakan;
c. mempersiapkan ruangan yang akan menjadi tempat pemanfaatan media TIK.
4). Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada pengelola fasilitas TIK di sekolah.
5). Mengkomunikasikan rencana memperoleh media TIK kepada peserta didik.
6). Memiliki kompetensi dalam pengembangan TIK dalam pembelajaran.
Peranan TIK dalam pembelajaran adalah :
1). TIK sebagai gudang ilmu pengetahuan.
TIK dimanfaatkan sebagai sebagai referensi ilmu pengetahuan terkini, manajemen pengetahuan, jaringan pakar beragam bidang ilmu, jaringan antar institusi pendidikan, pusat pengembangan materi ajar, wahana pengembangan kurikulum, dan komunitas perbandingan standar kompetensi.
2). TIK sebagai alat bantu pembelajaran.
Terdapat 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu :
(a). TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: animasi peristiwa, alat uji siswa, sumber referensi ajar, evaluasi kinerja siswa, simulasi kasus, alat peraga visual, dan media komunikasi antar guru.
(b). TIK sebagai alat bantu interaksi guru-siswa yang meliputi: komunikasi guru-siswa, kolaborasi kelompok studi, dan manajemen kelas terpadu.
(c). TIK sebagai alat bantu siswa meliputi : buku interaktif , belajar mandiri, latihan soal, media illustrasi, simulasi pelajaran, alat karya siswa, dan media komunikasi antar siswa.
3). TIK sebagai fasilitas pembelajaran.
TIK dapat dimanfaatkan sebagai : perpustakaan elektronik, kelas virtual/betul, aplikasi multimedia, kelas teater multimedia, kelas jarak jauh, papan elektronik sekolah, alat ajar multi-intelejensia, pojok internet, dan komunikasi kolaborasi kooperasi (intranet sekolah).
4). TIK sebagai infrastruktur pembelajaran.
TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran dalam skala menengah maupun luas yang meliputi : ragam teknologi kanal distribusi, ragam aplikasi dan perangkat lunak, bahasa pemrograman, sistem basis data, komputer personal, alat-alat digital, sistem operasi, sistem jaringan dan komunikasi data, dan infrastruktur teknologi informasi (media transmisi).
Pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan mutlak dilakukan untuk menjawab permasalahan di bidang pendidikan terutama akses dan pemerataan serta mutu pendidikan. Kebijakan dan standarisasi mutu pendidikan menjadi pondasi yang harus dibangun untuk mendukung pendidikan berbasis TIK yang efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

SUMBER ONLINE:
Tersedia:http://gurukreatif.wordpress.com/2008/04/15/integrasi-tik-dalam-pembelajaran-di-sekolah-dasar-makalah-seminar-the-power-of-ict-di-pasca-sarjana-universitas-negeri-jakarta-15-april-2008/
Tersedia:http://mashadicesar.wordpress.com/2010/07/27/pemanfaatan-tik-dalam-pembelajaran-di-sd-negeri-2-rejosari/
Tersedia :http://teknologikinerja.wordpress.com/2010/03/11/pemanfaatan-ict-dalam-pendidikan/

PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN DASAR

PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN DASAR

Perkembangan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat pesat dan berpengaruh sangat signifikan terhadap pribadi maupun komunitas, segala aktivitas, kehidupan, cara kerja, metode belajar, gaya hidup maupun cara berpikir. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK harus diperkenalkan kepada siswa agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari, bahkan bisa juga dikembangkan menjadi kegiatan wira usaha.
Perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Terdapat beberapa masalah dan kendala yang masih dirasakan oleh masyarakat khususnya tenaga pendidik dan profesional pendidikan untuk memanfaatkan TIK di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal. Permasalahan tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.
Dalam praktek di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, TIK meliputi komputer, laptop, network komputer, printer, scanner, video/DVD player, kamera digital, tape/CD, interactive whiteboards/smartboard. Dengan demikian, perlu ditegaskan bahwa peran TIK adalah sebagai enabler atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan dan pembelajaran.
Sebenarnya TIK memiliki potensi yang besar untuk dapat dimanfaatkan khususnya di bidang pendidikan. UNESCO telah mengidentifikasi 4 (empat) tahap dalam sistem pendidikan yang mengadopsi TIK, yaitu :
1) Tahap emerging; yaitu perguruan tinggi/sekolah berada pada tahap awal. Pendidik dan tenaga kependidikan mulai menyadari, memilih/membeli, atau menerima donasi untuk pengadaan sarana dan prasarana (supporting work performance)
2) Tahap applying; yaitu perguruan tinggi/sekolah memiliki pemahaman baru akan kontribusi TIK. Pendidik dan tenaga kependidikanu menggunakan TIK dalam manajemen sekolah dan kurikulum (enhancing traditional teaching)
3) Tahap infusing; yaitu melibatkan kurikulum dengan mengintegrasikan TIK. Perguruan tinggi/sekolah mengembangkan teknologi berbasis komputer dalam lab, kelas, dan administrasi. Pendidik dan tenaga kependidikan mengekplorasi melalui pemahaman baru, dimana TIK mengubah produktivitas professional (facilitating learning).
4) Tahap Transforming; yaitu perguruan tinggi/sekolah telah memanfatkan TIK dalam seluruh organisasi. Pendidik dan tenaga kependidikan menciptakan lingkungan belajar yang integratif dan kreatif (creating innovative learning environment) melalui TIK.
Pembelajaran berbasis TIK atau e-Learning adalah sumber pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti Internet, Intranet, CDROM, video tape, DVD, TV, Handphone, dan PDA. Dalam pembelajaran berbasis TIK terdapat perbedaan komunikasi antara pembelajaran langsung (syncronous) dan tidak langsung (ansyncronous), dengan sebuah terminologi untuk mendeskripsikan bagaimana dan kapan pembelajaran berlangsung.
Keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum 2004 dan sekarang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan kualitas administrasi sekolah.
Adanya manajemen berbasis sekolah (MBS) memungkinkan setiap sekolah untuk mengembangkan dan mengaplikasikan TIK yang disesuaikan dengan tuntuntan zaman dan kemampuan/daya dukung sekolah yang bersangkutan. Munculnya berbagai hardware dan software-software baru sekarang ini sangat membantu guru dalam menyampaikan bahan ajarnya.
Dengan melihat isi dari kurikulum, kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang, seorang guru harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di Sekolah.
Dalam menelisik masalah pengintegrasian atau penyatuan TIK (teknologi, informasi dan komunikasi) di sekolah dasar kita harus melihat beberapa peran yang dijalankan oleh pihak-pihak yang berkompeten di sekolah. Pertama peran sekolah sebagai institusi yang melahirkan kebijakan, kedua guru kelas sebagai aktor utama di lapangan dan yang terakhir guru komputer sebagai orang yang mengajar mata pelajaran TIK.
Sekolah sebagai institusi sekolah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda dalam proses pembelanjaan anggaran di setiap tahunnya. Banyak sekolah yang masih berpikir bahwa fasilitas yang terpenting dikembangkan hanya fasilitas fisik saja. Padahal jika sedikit demi sedikit anggaran dipergunakan untuk pembelanjaan infrastruktur TIK maka sebuah sekolah akan mempunyai arah yang jelas dalam pengembangan TIK. Terbukti banyak sekolah sudah mulai menampilkan fasilitas TIK sebagai nilai jual, terutama bagi sekolah swasta.
Guru kelas sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan siswa mempunyai peran penting dalam pengintegrasian TIK. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung atau role model bagi pengunaan perangkat TIK di sekolah. Banyak sekolah yang sudah memulai untuk melengkapi ruang kelas dengan satu computer . Dengan memaksimal kan peran satu komputer di kelas, siswa akan merasakan manfaat yaitu bertambahnya sumber belajar.
Berikut ini contoh integrasi yang bisa guru kelas lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan guru TIK di lab computer maupun dengan computer yang ada dikelas, kegiatannya antara lain;
a. Membuat diagram
b. Membuat rentang waktu (time line)
c. Membuat grafik
d. Membuat sajak atau naskah
e. Membuat karya video
f. Memproduksi rekaman suara seperti orang sedang melakukan siaran radio atau pendongeng
g. Membuat karya puisi, cerita atau naskah pementasan
h. Merancang booklet
i. Merancang brosur atau atribut pelengkap kampanye lingkungan hidup misalnya.
j. Membuat peta pikiran
k. Membuat lukisan dengan computer
l. Membuat komik
m. Membat denah ruangan
n. Memutar CD Rom
o. Mencari informasi di internet

Di dalam proses belajar-mengajar tentunya ada subjek dan objek yang berperan secara aktif, dinamik dan interaktif di dalam ruang belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru dan siswa sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar dan proses transfer of knowledge–nya berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh karena itu penataan peran Guru dan siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya. Kini di era pendidikan berbasis TIK, peran Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor (penasehat), pelatih, pengarah dan teman belajar bagi siswa. Pengadaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran bisa saja berasal dari sekolah itu sendiri atau dari pihak lain. Pada dasarnya tidak menjadi masalah dari manapun asalnya media TIK yang sampai di sekolah. Yang justru lebih penting lagi adalah bagaimana cara menggunakan agar media TIK yang telah tersedia di sekolah dapat dioptimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan pembelajaran peserta didik. Beberapa contoh media TIK yang mulai banyak tersedia di pasaran adalah CD/kaset audio, VCD, komputer, dan internet.
Sehubungan dengan semakin banyaknya ketersediaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran baik di pasaran maupun disekolah yang diadakan sekolah sendiri maupun yang diterima sekolah dari berbagai pihak, sebelum memanfaatkannya di dalam kelas guru harus dapat menggunakan terlebih dahulu. Berikut ini ada beberapa panduan yang perlu diperhatikan oleh guru :
1). Mempelajari media TIK.
Dengan kemajuan TIK dewasa ini, para guru dapat mencatat daftar media yang memang dapat untuk menyajikan materi pelajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan dibahas di dalam kelas.

2). Merencanakan waktu pemanfaatan media TIK.
Pemanfaatan media TIK disesuaikan dengan materi pelajaran yang disajikan. Pesrta didik dapat menggunakan sesuai dengan petunjuk dan pedoman selama memanfaatkan media pelajaran.

3). Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada peserta didik.
Perlunya mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada peserta didik adalah agar peserta didik dapat mempersiapkan :
a. dirinya untuk mempelajari materi pelajaran yang akan disajikan melalui media TIK;
b. fasilitas yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran melalui media TIK.
Disamping itu guru juga harus lebih :
a. mempersiapkan dirinya mengenai materi pelajaran yang akan dibahas;
b. mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan (dalam kondisi baik) agar tidak terjadi hambatan sewaktu pemanfaatan media TIK dilaksanakan;
c. mempersiapkan ruangan yang akan menjadi tempat pemanfaatan media TIK.

4). Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada pengelola fasilitas TIK di sekolah.
5). Mengkomunikasikan rencana memperoleh media TIK kepada peserta didik.
6). Memiliki kompetensi dalam pengembangan TIK dalam pembelajaran.

Peranan TIK dalam pembelajaran adalah :
1). TIK sebagai gudang ilmu pengetahuan.
TIK dimanfaatkan sebagai sebagai referensi ilmu pengetahuan terkini, manajemen pengetahuan, jaringan pakar beragam bidang ilmu, jaringan antar institusi pendidikan, pusat pengembangan materi ajar, wahana pengembangan kurikulum, dan komunitas perbandingan standar kompetensi.

2). TIK sebagai alat bantu pembelajaran.
Terdapat 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu :
(a). TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: animasi peristiwa, alat uji siswa, sumber referensi ajar, evaluasi kinerja siswa, simulasi kasus, alat peraga visual, dan media komunikasi antar guru.
(b). TIK sebagai alat bantu interaksi guru-siswa yang meliputi: komunikasi guru-siswa, kolaborasi kelompok studi, dan manajemen kelas terpadu.
(c). TIK sebagai alat bantu siswa meliputi : buku interaktif , belajar mandiri, latihan soal, media illustrasi, simulasi pelajaran, alat karya siswa, dan media komunikasi antar siswa.

3). TIK sebagai fasilitas pembelajaran.
TIK dapat dimanfaatkan sebagai : perpustakaan elektronik, kelas virtual/betul, aplikasi multimedia, kelas teater multimedia, kelas jarak jauh, papan elektronik sekolah, alat ajar multi-intelejensia, pojok internet, dan komunikasi kolaborasi kooperasi (intranet sekolah).

4). TIK sebagai infrastruktur pembelajaran.
TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran dalam skala menengah maupun luas yang meliputi : ragam teknologi kanal distribusi, ragam aplikasi dan perangkat lunak, bahasa pemrograman, sistem basis data, komputer personal, alat-alat digital, sistem operasi, sistem jaringan dan komunikasi data, dan infrastruktur teknologi informasi (media transmisi).
Pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan mutlak dilakukan untuk menjawab permasalahan di bidang pendidikan terutama akses dan pemerataan serta mutu pendidikan. Kebijakan dan standarisasi mutu pendidikan menjadi pondasi yang harus dibangun untuk mendukung pendidikan berbasis TIK yang efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA
SUMBER ONLINE:
Tersedia: http://gurukreatif.wordpress.com/2008/04/15/integrasi-tik-dalam-pembelajaran-di-sekolah-dasar-makalah-seminar-the-power-of-ict-di-pasca-sarjana-universitas-negeri-jakarta-15-april-2008/
Tersedia: http://mashadicesar.wordpress.com/2010/07/27/pemanfaatan-tik-dalam-pembelajaran-di-sd-negeri-2-rejosari/
Tersedia : http://teknologikinerja.wordpress.com/2010/03/11/pemanfaatan-ict-dalam-pendidikan/

Just another Blog Civitas UPI site